Bayi dapat memiliki preferensi terhadap salah satu payudara saat menyusu. Namun, jika penolakan terjadi secara tiba-tiba atau berlangsung terus-menerus, ibu perlu memperhatikan kemungkinan penyebabnya.
Berikut beberapa hal yang dapat membuat bayi menolak menyusu dari salah satu sisi.
Aliran ASI pada setiap payudara tidak selalu sama. Salah satu payudara mungkin mengeluarkan ASI lebih deras, sedangkan sisi lainnya memiliki aliran yang lebih lambat.
Jika aliran terlalu deras, bayi dapat tersedak, batuk, atau melepaskan puting. Sebaliknya, aliran yang lebih lambat dapat membuat bayi frustrasi karena harus mengisap lebih lama untuk mendapatkan ASI.
Ibu dapat mencoba posisi menyusui yang nyaman dan memperhatikan respons bayi. Jika aliran ASI terasa terlalu deras atau bayi kesulitan melekat, bantuan konselor menyusui dapat membantu menemukan solusi yang sesuai.
Sebagian bayi lebih nyaman menyusu dalam posisi tertentu. Ketika dipindahkan ke payudara lainnya, posisi kepala dan tubuh bayi mungkin berubah sehingga ia merasa kurang nyaman.
Cobalah menggunakan posisi yang mempertahankan arah kepala dan tubuh bayi tetap serupa dengan posisi menyusu favoritnya. Pastikan telinga, bahu, dan pinggul bayi berada dalam satu garis, serta tubuhnya menghadap ibu.
Hindari memaksa kepala bayi menghadap ke arah tertentu apabila ia tampak kesakitan atau terus menolak.
Bayi perlu mengoordinasikan kegiatan mengisap, menelan, dan bernapas ketika menyusu. Jika hidung tersumbat, proses tersebut dapat menjadi lebih sulit.
Pada kondisi tertentu, bayi mungkin lebih memilih posisi menyusu yang memudahkan pernapasannya dan menolak sisi lainnya.
Jika bayi mengalami hidung tersumbat, ibu dapat berkonsultasi mengenai cara membersihkan hidung yang aman sesuai usia. Jika disertai kesulitan bernapas atau bayi tidak mampu menyusu dengan baik, segera cari pertolongan medis.
Bayi yang mengalami nyeri telinga, leher, atau bagian tubuh tertentu mungkin menolak posisi yang memberikan tekanan atau mengharuskannya menoleh ke arah tertentu.
Perhatikan apakah bayi menangis ketika kepalanya diposisikan ke satu sisi, tampak kesakitan saat digendong, atau menunjukkan perubahan perilaku lainnya.
Jika penolakan menyusu muncul mendadak dan disertai tanda nyeri, demam, atau bayi tampak tidak sehat, sebaiknya lakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya.
Bayi terkadang lebih menyukai salah satu payudara karena terbiasa dengan posisi, aliran ASI, atau pengalaman menyusu sebelumnya.
Jika bayi masih menyusu dengan baik dari sisi yang disukai, ibu dapat mencoba menawarkan payudara lainnya saat bayi tenang dan belum terlalu lapar. Cobalah mengubah posisi atau memulai menyusui dari sisi yang ditolak ketika bayi mulai mengantuk, selama bayi tetap nyaman dan dapat menyusu dengan aman.
Jangan memaksa bayi karena hal tersebut dapat membuatnya semakin menolak proses menyusui.
Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu bayi kembali menyusu dengan nyaman.
Tawarkan payudara yang ditolak secara perlahan: Pilih waktu ketika bayi tenang dan belum terlalu lapar.
Coba variasi posisi menyusui: Gunakan posisi yang membantu bayi merasa nyaman tanpa memaksakan arah kepala.
Perhatikan pelekatan: Pastikan mulut bayi terbuka lebar dan melekat dengan baik pada payudara.
Jaga produksi ASI: Jika bayi terus menolak salah satu sisi, ibu dapat memerah ASI dari payudara tersebut sesuai kebutuhan untuk menjaga kenyamanan dan membantu mempertahankan produksi ASI.
Pantau kecukupan ASI: Perhatikan frekuensi menyusu, jumlah popok basah, dan perkembangan berat badan bayi.
Jika bayi hanya mau menyusu dari satu sisi dalam waktu lama, konsultasikan dengan tenaga kesehatan atau konselor menyusui untuk menilai penyebabnya dan memastikan bayi memperoleh ASI yang cukup.
Penolakan terhadap salah satu payudara tidak selalu menandakan masalah serius. Namun, kondisi ini perlu diperhatikan jika terjadi secara mendadak, terus berulang, atau memengaruhi kecukupan asupan bayi.
Segera cari pertolongan medis jika bayi mengalami kesulitan bernapas, sangat lemas, sulit dibangunkan, atau menunjukkan tanda dehidrasi, seperti popok basah yang jauh lebih sedikit daripada biasanya.
Bayi berusia di bawah tiga bulan yang mengalami demam dengan suhu 38°C atau lebih juga perlu segera diperiksa. Pemeriksaan dianjurkan jika bayi menolak menyusu dari kedua payudara, jumlah ASI yang diminum berkurang drastis, atau berat badannya tidak bertambah dengan baik.
Jika bayi selalu menolak satu sisi disertai kesulitan menoleh, posisi kepala yang tidak simetris, atau tanda nyeri, tenaga kesehatan dapat membantu mengevaluasi kemungkinan penyebabnya.
Bayi yang menolak menyusu dari salah satu payudara dapat mengalami perbedaan aliran ASI, ketidaknyamanan posisi, hidung tersumbat, atau nyeri pada bagian tubuh tertentu. Ibu dapat mencoba posisi menyusui yang berbeda dan menawarkan payudara secara perlahan tanpa memaksa bayi.
Hal terpenting adalah memastikan bayi tetap mendapatkan ASI yang cukup dan tidak menunjukkan tanda gangguan kesehatan. Jika penolakan berlangsung terus-menerus, terjadi mendadak, atau disertai gejala lain, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan dapat membantu menentukan penyebab dan penanganan yang tepat.
Informasi & Reservasi
Klinik Kei Medika – Jambi
WA: 0811-7450-412
Instagram: @keimedika
Website: www.keimedika.com