Download di Play Store
  • kei.medika@gmail.com
  • +628117450412
Cara Menjaga Keseimbangan Bakteri pada Usus

Manusia memiliki lebih dari 100 triliun jumlah bakteri yang aktif setiap harinya dan sebagian besar terdapat pada usus. Kumpulan bakteri pada usus ini disebut dengan mikrobiota usus. Keberadaan bakteri ini sangat bermanfaat bagi tubuh. Mikrobiota berfungsi dalam proses metabolisme makanan yang memasuki usus. 


Karena mikrobiota pada usus memanfaatkan makanan yang masuk sebagai bahan bakar metabolisme, maka jenis bahan makanan yang masuk sangat mempengaruhi kinerja dan jumlah populasi bakteri ini. Bahkan jenis makanan tertentu mempengaruhi jumlah bakteri yang tertentu pula. Konsumsi daging yang dominan akan memicu kelimpahan bakteri yang toleran terhadap empedu seperti Alistipes, Bilophila, dan Bacteroides dan mengurangi jumlah bakteri Firmicutes yang berperan dalam metabolisme serat tumbuhan menjadi butirat seperti Roseburia, Eubacterium, rectale, dan Ruminococcus bromii


Berikut adlah upaya untuk menjaga kesimbangan bakteri pada usus.

  1. Konsumsi nutrisi yang beragam

Bakteri dalam usus memiliki beragam jenis dengan beragam fungsi. Semakin beragam jenis bakteri maka usus dan sistem pencernaan pun semakin sehat. Sehingga bila sumber makanan yang dikonsumsi beragam maka beragama oula jenis bakteri pada usus. 


  1. Tingkatkan konsumsi makanan fermentasi (probiotik)

Makanan fermentasi juga mengandung bakteri tersendiri. Peningkatan konsumsi ini akan memicu pencernaan yang lebih baik bagi usus. Beberapa sumber makanan fermentasi adalah tempe, acar, yogurt, kimchi, kefir, sauerkraut, dan lain-lain. Bakteri yang umum terdapat pada makanan fermentasi ini adalah Lactobacilli. Meningkatnya jumlah bakteri ini akan mereduksi jumlah Enterobacteriaceae yang menjadi pemicu inflamasi. 


Bahkan konsumsi yogurt dapat mengurangi resiko intoleransi laktosa. Susu kedelai fermentasi juga dapat membantu pertumbuhan bakteri baik seperti Bifidobacteria dan Lactobacilli. Namun perlu diketahui produk fermentasi kemasan mengandung kadar gula yang tinggi. Untuk itu, selalu perhatikan kandungan gula yang ada di balik kemasan. 


  1. Perbanyak asupan sayuran, kacang-kacangan. 

Sayur dan buah-buahan merupakan nutrisi yang juga dimanfaatkan oleh mikrobiota usus. Kandungan serat yang tinggi pada sayur tidak bisa dicerna langsung oleh tubuh. Maka mikrobiota itulah yang ikut membantu pencernaan serat dari sayuran tersebut. Makanan berserat dapat diperoleh dari buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan polong-polongan. Jika dikonsumsi setiap hari maka akan terhindar dari penyakit kronis yang disebabkan oleh bakteri penyebab penyakit. 


  1. Konsumsi makanan prebiotik

Prebiotik adalah sumber makanan bagi bakteri probiotik. Umumnya merupakan sumber makanan berserat yang memicu pertumbuhan bakteri dalam usus. 

Salah satu sumber makanan tersebut adalah gandum utuh. Gandum utuh mengandung serat dan karbohidrat yang tidak tercerna oleh usus. Sehingga karbohidrat tersebut akan menjadi makanan bagi bakteri seperti Bifidobacteria, Lactobacilli, dan Bacteroidetes. Namun jika anda menderita intoleransi gluten maka jauhi sumber makanan ini. 


  1. Tingkatkan asupan makanan yang mengandung polifenol

Polifenol adalah komponen pada tumbuhan yang memiliki berbagai manfaat pada tubuh. Usus tidak dapat mencerna polifenol karena tidak dapat diserap nutrisinya dengan efisien. Polifenol yang tidak tercerna akan menuju kolon dan tercerna dengan maksimal dibantu oleh mikrobiota usus. Sumber makanan berpolifenol tinggi adalah coklat, anggur, teh hijau, almond, bawang, beri-berian, dan lain-lain. 


Kurang beragamnya jenis mikrobiota pada usus sangat berhubungan dengan obesitas. Bakteri dalam usus memiliki perannya tersendiri dalam mempengaruhi kinerja tubuh. Obesitas yang disebabkan karena kurangnya asupan serat akan membuat mikrobiota usus tidak mendapatkan nutrisi yang cukup. Keragaman mikroba yang rendah juga ditemukan pada penderita diabetes tipe 1 dan 2, ekzema, penyempitan arteri dan lain-lain. Untuk mencegah gangguan kesehatan tersebut maka cukupilah asupan serat anda. Diskusikanlah dengan ahli gizi agar anda mendapatkan panduan rinci dan lengkap untuk memperbaiki pola makan dan kesehatan anda. Konsultasikanlah ahli gizi profesional yang disediakan oleh Kei Medika sekarang melalui aplikasi sekarang juga.



Referensi:

Valdes A M, Walter J, Segal E, Spector T D. Role of the gut microbiota in nutrition and health BMJ 2018; 361 :k2179

Gagliardi, Antonella et al. “Rebuilding the Gut Microbiota Ecosystem.” International journal of environmental research and public health vol. 15,8 1679. 7 Aug. 2018, doi:10.3390/ijerph15081679

Ferraris C, Elli M, Tagliabue A. Gut Microbiota for Health: How Can Diet Maintain A Healthy Gut Microbiota?. Nutrients. 2020;12(11):3596. Published 2020 Nov 23. doi:10.3390/nu12113596

https://www.healthline.com/nutrition/improve-gut-bacteria#TOC_TITLE_HDR_12


 Nur Elva Zuhrah
Nur Elva Zuhrah
  • Kategori: Life Style
  • Tags: bakteri, usus, mikrobiom