Jerawat merupakan kondisi kulit yang dapat melibatkan pori-pori tersumbat, produksi minyak berlebih, bakteri yang berkaitan dengan jerawat, serta proses peradangan. Ketika peradangan meningkat, jerawat dapat terlihat merah, bengkak, terasa nyeri, atau muncul benjolan berisi nanah.
Untuk kondisi seperti ini, tersedia beberapa pilihan obat oles yang bekerja dengan cara berbeda. Karena itu, obat yang digunakan untuk satu jenis jerawat belum tentu cocok untuk jenis jerawat lainnya.
Benzoyl Peroxide, Salah Satu Obat Oles yang Sering Digunakan
Benzoyl peroxide merupakan salah satu bahan aktif yang banyak digunakan dalam pengobatan jerawat. Bahan ini membantu mengurangi bakteri yang berkaitan dengan jerawat dan dapat membantu mengatasi peradangan.
Benzoyl peroxide tersedia dalam berbagai produk, seperti gel, krim, atau facial wash. Pada sebagian orang, penggunaan bahan ini dapat menyebabkan kulit kering, kemerahan, atau terasa perih sehingga penggunaannya sebaiknya dimulai sesuai petunjuk produk.
Perlu diperhatikan juga bahwa benzoyl peroxide dapat menyebabkan warna kain atau rambut menjadi lebih pudar pada beberapa kondisi penggunaan.
Adapalene, Bekerja pada Sumbatan Pori
Adapalene merupakan obat golongan retinoid topikal yang membantu memperbaiki proses penyumbatan pori dan mengurangi pembentukan jerawat baru. Retinoid topikal termasuk salah satu terapi yang direkomendasikan dalam pedoman pengobatan acne.
Adapalene biasanya digunakan secara rutin, bukan hanya ditotolkan pada satu jerawat yang sedang merah. Penggunaannya juga dapat menyebabkan kulit menjadi kering atau mengalami iritasi pada awal pemakaian.
Karena itu, penggunaannya perlu mengikuti petunjuk dan tidak perlu mengoleskan dalam jumlah banyak dengan harapan jerawat lebih cepat hilang.
Bagaimana dengan Salicylic Acid?
Salicylic acid juga sering ditemukan dalam produk untuk kulit berjerawat. Bahan ini membantu membuka pori yang tersumbat dan dapat membantu mengangkat sel kulit mati. AAD memasukkannya sebagai salah satu pilihan terapi topikal untuk acne.
Namun, salicylic acid tidak selalu menjadi pilihan utama untuk jerawat yang sudah sangat meradang atau berbentuk benjolan dalam. Pada kondisi seperti itu, penanganan dapat membutuhkan kombinasi atau jenis terapi lain.
Azelaic Acid Juga Bisa Menjadi Pilihan
Azelaic acid merupakan bahan aktif lain yang dapat digunakan untuk jerawat. Selain membantu mengatasi acne, bahan ini juga dapat membantu mengurangi noda gelap yang tersisa setelah jerawat mereda.
Hal ini membuat azelaic acid dapat menjadi salah satu pertimbangan terutama ketika seseorang mengalami jerawat sekaligus bekas kehitaman setelah peradangan.
Bagaimana dengan Antibiotik Oles?
Antibiotik topikal seperti clindamycin dapat digunakan dalam pengobatan jerawat pada kondisi tertentu. Obat ini bekerja dengan membantu mengurangi bakteri yang berkaitan dengan jerawat dan peradangan.
Namun, antibiotik oles bukan berarti boleh digunakan sembarangan setiap kali muncul jerawat merah.
Penggunaan antibiotik untuk jerawat perlu diperhatikan karena penggunaan yang tidak tepat dapat berkontribusi terhadap resistensi antibiotik. Pedoman juga merekomendasikan agar antibiotik topikal digunakan sebagai bagian dari rencana terapi yang tepat, termasuk kombinasi dengan benzoyl peroxide pada kondisi tertentu.
Jerawat Meradang Boleh Dipencet?
Sebaiknya jangan.
Memencet atau memecahkan jerawat yang meradang dapat meningkatkan iritasi dan berisiko memperburuk peradangan. Kebiasaan tersebut juga dapat meningkatkan kemungkinan munculnya bekas jerawat, terutama jika dilakukan berulang atau dengan tekanan yang kuat.
Untuk jerawat yang terasa dalam dan nyeri, kompres hangat dapat membantu memberikan rasa nyaman. Namun, jika benjolannya besar atau semakin nyeri, sebaiknya pertimbangkan pemeriksaan daripada terus mencoba memencetnya sendiri.
Apakah Satu Obat Oles Bisa untuk Semua Jerawat?
Tidak.
Jerawat komedo, jerawat kecil kemerahan, pustula, hingga jerawat berbentuk nodul atau kista dapat membutuhkan pendekatan yang berbeda.
Jerawat yang besar, terasa dalam, sangat nyeri, atau sering meninggalkan bekas luka biasanya tidak cukup ditangani hanya dengan produk yang dibeli sendiri. AAD menyarankan evaluasi dokter kulit untuk jerawat nodul atau kista karena jenis jerawat ini memiliki risiko meninggalkan jaringan parut.
Bagaimana agar Obat Oles Tidak Membuat Kulit Semakin Iritasi?
Gunakan obat sesuai aturan dan hindari mengoleskan terlalu banyak. Beberapa bahan aktif seperti benzoyl peroxide, salicylic acid, dan retinoid memang dapat menyebabkan kulit kering atau iritasi.
Perawatan dasar juga tetap penting. Gunakan pembersih wajah yang lembut, hindari menggosok wajah terlalu keras, dan gunakan pelembap yang sesuai dengan kulit berjerawat jika kulit terasa kering.
Jangan langsung menggunakan banyak bahan aktif sekaligus tanpa mengetahui apakah kombinasi tersebut sesuai. Terlalu banyak produk justru dapat membuat kulit semakin teriritasi.
Kapan Jerawat Sebaiknya Diperiksakan?
Jerawat sebaiknya mulai diperiksakan jika jumlahnya semakin banyak, sering mengalami peradangan, terasa sangat nyeri, muncul benjolan yang dalam, atau mulai meninggalkan bekas luka.
Pemeriksaan juga dapat dipertimbangkan jika jerawat tidak membaik meskipun sudah menggunakan perawatan secara konsisten. Pengobatan jerawat membutuhkan waktu dan hasilnya tidak selalu terlihat dalam beberapa hari. AAD mencatat bahwa perbaikan dapat mulai terlihat dalam beberapa minggu dan hasil yang lebih jelas dapat membutuhkan waktu lebih lama.
Layanan Pemeriksaan di Klinik Kei Medika
Jika jerawat sering meradang, terasa nyeri, berulang, atau mulai meninggalkan bekas, konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu menentukan jenis jerawat dan pilihan penanganan yang sesuai.
Di Klinik Kei Medika, keluhan kulit dapat dikonsultasikan terlebih dahulu sehingga penggunaan obat oles, termasuk obat yang memerlukan resep, dapat disesuaikan dengan kondisi kulit dan kebutuhan pasien.
Penutup
Jerawat meradang tidak selalu membutuhkan obat yang sama. Beberapa obat oles yang digunakan dalam penanganan jerawat antara lain benzoyl peroxide, adapalene, salicylic acid, azelaic acid, dan antibiotik topikal tertentu, dengan pilihan yang disesuaikan berdasarkan jenis dan tingkat keparahan jerawat.
Yang penting, jangan asal mencampur banyak obat atau menggunakan antibiotik oles tanpa arahan. Jika jerawat semakin meradang, terasa dalam dan nyeri, sering kambuh, atau mulai meninggalkan bekas luka, pemeriksaan dapat membantu menentukan penanganan yang lebih tepat.
Reservasi
Klinik Kei
Medika
WhatsApp :
0811-7450-412
Instagram : @keimedika
Facebook : kei medika
TikTok : kei_medika
YouTube : Kei Medika Official
Website : www.keimedika.com
Silakan
hubungi untuk konsultasi kesehatan sesuai kebutuhan Anda.
