Kalsium sering dikaitkan dengan susu, tulang yang kuat, dan pencegahan osteoporosis. Tidak heran jika banyak orang menganggap mineral ini hanya dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi.
Padahal, kalsium memiliki fungsi penting dalam berbagai proses tubuh. Mulai dari membantu otot bergerak hingga mendukung kerja sistem saraf, kalsium dibutuhkan agar tubuh dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik.
Lalu, apa saja manfaat kalsium selain menjaga kekuatan tulang? Berikut penjelasannya.
Setiap kali kamu berjalan, mengangkat barang, tersenyum, atau melakukan aktivitas fisik, otot bekerja melalui proses kontraksi dan relaksasi. Kalsium berperan penting dalam proses tersebut.
Di dalam sel otot, perubahan kadar kalsium membantu memicu kontraksi. Setelah itu, kadar kalsium diatur kembali agar otot dapat mengalami relaksasi.
Jika keseimbangan kalsium dalam darah terganggu, sebagian orang dapat mengalami gejala seperti kram, kedutan, atau kejang otot. Namun, keluhan tersebut tidak selalu disebabkan oleh kekurangan kalsium karena dapat berkaitan dengan kondisi lain, termasuk gangguan elektrolit atau masalah saraf.
Tahukah kamu bahwa tubuh membutuhkan kalsium untuk mengirimkan pesan dari satu sel saraf ke sel lainnya?
Kalsium membantu pelepasan zat kimia yang disebut neurotransmiter. Zat ini berfungsi menyampaikan sinyal antarsel saraf maupun dari saraf ke sel target, termasuk otot.
Proses tersebut memungkinkan tubuh merespons rangsangan, menggerakkan anggota tubuh, dan menjalankan berbagai fungsi yang dikendalikan oleh sistem saraf.
Karena itu, keseimbangan kalsium dalam darah perlu dijaga. Kadar kalsium yang terlalu rendah dapat menyebabkan kesemutan, kram, atau dalam kondisi berat, kejang.
Ketika kulit terluka dan mengeluarkan darah, tubuh akan mengaktifkan mekanisme untuk menghentikan perdarahan. Proses ini melibatkan trombosit dan sejumlah protein pembekuan darah.
Kalsium merupakan salah satu komponen yang dibutuhkan dalam beberapa tahap proses pembekuan tersebut.
Artinya, manfaat kalsium tidak hanya berkaitan dengan struktur tulang, tetapi juga membantu tubuh menjalankan mekanisme perlindungan ketika terjadi luka.
Meski begitu, mengonsumsi suplemen kalsium tambahan tidak otomatis membuat luka lebih cepat berhenti berdarah. Proses pembekuan darah melibatkan banyak faktor lain yang harus bekerja secara normal.
Jantung bekerja dengan kontraksi otot yang teratur untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Kalsium berperan dalam mekanisme listrik dan kontraksi sel otot jantung.
Kadar kalsium yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi dapat mengganggu fungsi tubuh, termasuk memengaruhi aktivitas listrik jantung pada kondisi tertentu.
Namun, bukan berarti semakin banyak kalsium yang dikonsumsi, semakin sehat pula jantung seseorang. Kebutuhan kalsium tetap harus dipenuhi secara seimbang, dan suplemen tidak boleh digunakan sembarangan untuk mengatasi jantung berdebar atau gangguan irama jantung.
Jika jantung berdebar disertai nyeri dada, sesak napas, atau pingsan, segera cari pertolongan medis.
Walaupun manfaat kalsium tidak terbatas pada tulang, fungsi ini tetap menjadi salah satu yang paling penting.
Sebagian besar kalsium dalam tubuh tersimpan di tulang dan gigi. Mineral ini membantu membentuk struktur yang kuat sekaligus menjaga jaringan tulang melalui proses pembentukan dan perombakan yang berlangsung sepanjang hidup.
Kebutuhan kalsium perlu diperhatikan sejak masa pertumbuhan, ketika tulang berkembang pesat, hingga usia lanjut, ketika kepadatan tulang dapat menurun.
Namun, kesehatan tulang tidak hanya bergantung pada kalsium. Vitamin D membantu penyerapan kalsium, sedangkan aktivitas fisik, asupan protein, dan kebiasaan hidup sehat juga berperan penting.
Kekurangan kalsium dapat terjadi ketika asupan tidak mencukupi dalam jangka panjang atau ketika tubuh mengalami gangguan dalam mengatur kadar kalsium.
Gejalanya bergantung pada tingkat keparahan dan penyebabnya. Beberapa tanda yang dapat muncul antara lain:
Kesemutan di sekitar mulut, jari tangan, atau jari kaki.
Kram atau kejang otot.
Kedutan otot yang tidak biasa.
Pada kondisi berat, kejang atau gangguan irama jantung.
Sementara itu, asupan kalsium yang kurang dalam jangka panjang dapat berdampak pada kesehatan tulang, meskipun seseorang mungkin tidak merasakan gejala secara langsung.
Perlu dipahami bahwa gejala-gejala tersebut tidak cukup untuk memastikan seseorang mengalami kekurangan kalsium. Pemeriksaan dan penilaian medis mungkin diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Kebutuhan kalsium berbeda berdasarkan usia dan kondisi seseorang. Sebagai gambaran, rekomendasi yang umum digunakan untuk orang dewasa adalah sekitar 1.000 mg per hari, sedangkan sebagian kelompok usia lanjut dan remaja membutuhkan jumlah yang berbeda.
Berikut contoh kebutuhan harian berdasarkan acuan Amerika Serikat:
Kelompok usia | Kebutuhan kalsium |
|---|---|
Usia 19–50 tahun | 1.000 mg/hari |
Pria usia 51–70 tahun | 1.000 mg/hari |
Wanita usia 51–70 tahun | 1.200 mg/hari |
Usia di atas 70 tahun | 1.200 mg/hari |
Angka tersebut merupakan acuan umum. Kebutuhan individu dapat berbeda berdasarkan kondisi kesehatan dan pedoman yang digunakan.
Kalsium bisa diperoleh dari berbagai sumber makanan, seperti susu, yoghurt, keju, ikan yang dimakan bersama tulangnya, tahu yang dibuat dengan bahan penggumpal berkalsium, serta sayuran tertentu.
Tidak. Jika kebutuhan kalsium sudah tercukupi melalui makanan, suplemen tambahan belum tentu diperlukan.
Suplemen dapat dipertimbangkan ketika asupan makanan tidak mencukupi atau ketika tenaga medis menilai seseorang memiliki kebutuhan khusus. Pemilihan jenis dan dosisnya sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan.
Konsumsi suplemen secara berlebihan dapat menyebabkan sembelit dan meningkatkan risiko batu ginjal pada sebagian orang. Kadar kalsium yang sangat tinggi juga dapat menimbulkan gangguan lain.
Jika sedang mengonsumsi obat rutin, konsultasikan penggunaan suplemen kepada dokter atau apoteker karena kalsium dapat mengganggu penyerapan beberapa obat apabila dikonsumsi berdekatan.
Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk menjaga asupan kalsium:
Konsumsi makanan bervariasi. Pilih sumber kalsium seperti susu, yoghurt, tahu, atau ikan yang tulangnya dapat dimakan.
Perhatikan asupan vitamin D. Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium secara optimal.
Lakukan aktivitas fisik secara rutin. Aktivitas yang memberikan beban pada tulang, seperti berjalan kaki, dapat membantu menjaga kesehatan tulang.
Jangan mengonsumsi suplemen secara berlebihan. Periksa kandungan kalsium dari makanan dan suplemen agar tidak melebihi kebutuhan.
Periksakan diri jika mengalami keluhan berulang. Kesemutan, kram, atau kelemahan yang menetap perlu dinilai berdasarkan penyebabnya, bukan langsung dianggap sebagai kekurangan kalsium.
Di Klinik Kei Medika Jambi, kamu dapat berkonsultasi mengenai keluhan kesehatan dan kebutuhan pemeriksaan sesuai kondisi yang dialami. Jika terdapat dugaan gangguan kadar kalsium atau masalah kesehatan tulang, tenaga medis dapat membantu menentukan langkah evaluasi yang sesuai.
Kalsium memiliki fungsi yang jauh lebih luas daripada sekadar menjaga kekuatan tulang dan gigi. Mineral ini membantu kontraksi otot, penghantaran sinyal saraf, pembekuan darah, serta mendukung kerja normal otot jantung.
Untuk memperoleh manfaatnya, penuhi kebutuhan kalsium melalui pola makan yang seimbang dan gunakan suplemen hanya jika memang diperlukan. Jika mengalami kesemutan, kram otot berulang, atau keluhan lain yang tidak biasa, jangan langsung menyimpulkan bahwa penyebabnya adalah kekurangan kalsium. Pemeriksaan yang tepat membantu menentukan penyebab dan penanganan yang sesuai.
Reservasi
Klinik Kei
Medika
WhatsApp :
0811-7450-412
Instagram : @keimedika
Facebook : kei medika
TikTok : kei_medika
YouTube : Kei Medika Official
Website : www.keimedika.com
Silakan
hubungi untuk konsultasi kesehatan sesuai kebutuhan Anda.