Pernah merasa kepala berkunang-kunang, pandangan sedikit gelap, atau tubuh seperti kehilangan keseimbangan ketika berdiri setelah duduk cukup lama? Sensasi tersebut terkadang hanya berlangsung beberapa detik, lalu menghilang setelah tubuh kembali stabil.
Keluhan ini bisa berkaitan dengan penurunan tekanan darah sementara ketika seseorang berdiri. Namun, tidak semua pusing saat berdiri disebabkan oleh tekanan darah rendah. Kekurangan cairan, efek obat, anemia, dan kondisi lainnya juga dapat menimbulkan gejala serupa.
Karena itu, penting untuk memahami penyebabnya, mengenali tanda yang perlu diwaspadai, dan mengetahui kapan pemeriksaan medis diperlukan.
Ketika seseorang berdiri dari posisi duduk atau berbaring, darah cenderung terkumpul sementara di bagian bawah tubuh akibat pengaruh gravitasi.
Tubuh normalnya akan menyesuaikan denyut jantung dan penyempitan pembuluh darah agar aliran darah ke otak tetap terjaga.
Jika penyesuaian tersebut terlambat atau tidak memadai, aliran darah ke otak dapat berkurang sementara. Akibatnya, seseorang bisa merasa pusing, pandangan berkunang-kunang, atau seperti akan pingsan.
Salah satu kondisi yang berkaitan dengan mekanisme ini adalah hipotensi ortostatik, yaitu penurunan tekanan darah ketika berpindah ke posisi berdiri.
Meski demikian, sensasi pusing juga bisa berasal dari gangguan keseimbangan atau penyebab lain. Oleh sebab itu, karakter keluhan dan gejala penyerta perlu diperhatikan.
Belum tentu. Pusing saat berdiri memang dapat berkaitan dengan tekanan darah yang turun, tetapi gejala tersebut tidak cukup untuk memastikan diagnosis.
Hipotensi ortostatik umumnya didefinisikan sebagai penurunan tekanan darah sistolik minimal 20 mmHg atau diastolik minimal 10 mmHg dalam waktu tiga menit setelah berdiri dari posisi berbaring.
Penilaian ini dilakukan dengan pengukuran tekanan darah pada posisi yang sesuai. Pada praktiknya, tenaga medis juga mempertimbangkan gejala, riwayat kesehatan, dan obat yang digunakan.
Tekanan darah yang cenderung rendah tidak selalu berbahaya jika tidak menimbulkan keluhan. Sebaliknya, seseorang dengan angka tekanan darah yang biasanya normal tetap dapat mengalami penurunan tekanan darah sementara ketika berdiri.
Jadi, untuk mengetahui apakah penyebabnya adalah tekanan darah rendah, pengukuran dan evaluasi medis lebih dapat diandalkan daripada menilai gejala saja.
Dehidrasi merupakan salah satu penyebab yang dapat membuat seseorang lebih mudah merasa pusing ketika berdiri.
Ketika tubuh kehilangan banyak cairan akibat berkeringat, diare, muntah, demam, atau kurang minum, volume darah yang beredar dapat berkurang. Kondisi ini dapat membuat tekanan darah lebih mudah turun saat berpindah posisi.
Gejala lain yang dapat menyertai dehidrasi antara lain:
Mulut terasa kering dan sering haus.
Urine berwarna lebih gelap atau jumlahnya berkurang.
Tubuh terasa lemas.
Pusing ketika berdiri.
Jantung terasa berdebar.
Jika keluhan ringan dan kamu masih dapat minum dengan baik, cobalah mencukupi cairan secara bertahap dan beristirahat.
Namun, jika pusing disertai pingsan, kebingungan, atau tanda dehidrasi berat, segera cari pertolongan medis.
Pusing saat berdiri terkadang muncul ketika seseorang terlambat makan atau sedang mengalami kelemahan akibat asupan makanan yang tidak mencukupi.
Pada orang yang menggunakan insulin atau obat diabetes tertentu, kadar gula darah yang terlalu rendah dapat menimbulkan pusing, gemetar, keringat dingin, rasa lapar, dan jantung berdebar.
Namun, terlambat makan tidak selalu menyebabkan gula darah turun secara bermakna pada orang yang tidak memiliki kondisi atau faktor risiko tertentu.
Jika keluhan sering muncul ketika belum makan, perhatikan pola makan dan gejala yang menyertai. Bagi orang yang berisiko mengalami hipoglikemia, pemeriksaan gula darah saat gejala muncul dapat membantu memastikan penyebabnya.
Jika seseorang mengalami kebingungan berat, kejang, atau kehilangan kesadaran, segera cari pertolongan darurat dan jangan memberikan makanan atau minuman melalui mulut kepada orang yang tidak sadar.
Anemia adalah kondisi ketika jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin tidak mencukupi untuk membawa oksigen sesuai kebutuhan tubuh.
Pada sebagian orang, anemia dapat menimbulkan rasa lemas, mudah lelah, sakit kepala, jantung berdebar, dan pusing, termasuk ketika berdiri.
Anemia dapat disebabkan oleh berbagai faktor, misalnya kekurangan zat besi, kehilangan darah, kekurangan vitamin tertentu, atau penyakit kronis.
Orang yang mengalami menstruasi berat, perdarahan saluran pencernaan, atau memiliki asupan nutrisi yang kurang dapat memiliki risiko tertentu, bergantung pada kondisi masing-masing.
Jika pusing sering berulang dan disertai pucat, kelelahan berlebihan, atau sesak saat beraktivitas, pemeriksaan medis dapat membantu menentukan apakah diperlukan pemeriksaan darah.
Hindari mengonsumsi suplemen zat besi hanya berdasarkan dugaan anemia tanpa mengetahui kebutuhan dan penyebabnya.
Beberapa obat dapat memengaruhi tekanan darah atau respons tubuh ketika berdiri. Contohnya adalah obat penurun tekanan darah, obat diuretik yang meningkatkan pengeluaran urine, serta obat tertentu yang memengaruhi sistem saraf.
Jika pusing mulai muncul setelah menggunakan obat baru atau mengubah dosis, informasi tersebut penting disampaikan kepada dokter atau apoteker.
Selain efek obat, kondisi seperti gangguan irama jantung, gangguan sistem saraf otonom, atau penyakit tertentu yang memengaruhi keseimbangan cairan juga dapat menyebabkan pusing ketika berdiri.
Tidak semua penyebab tersebut sering terjadi, tetapi keluhan yang berulang perlu dievaluasi, terutama jika disertai jantung berdebar kuat, sesak napas, atau hampir pingsan.
Jangan menghentikan obat resep atau mengubah dosis sendiri tanpa arahan tenaga medis.
Jika pusing muncul setelah berdiri, langkah pertama adalah mencegah jatuh dan memberikan kesempatan kepada tubuh untuk kembali stabil.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan:
Segera duduk atau berbaring. Jika memungkinkan, berbaringlah dengan aman sampai rasa pusing mereda.
Berdiri secara bertahap. Setelah duduk atau berbaring, gerakkan kaki terlebih dahulu, lalu berdiri perlahan.
Cukupi kebutuhan cairan. Minumlah air jika kamu sadar penuh, dapat menelan dengan normal, dan tidak memiliki pembatasan cairan dari tenaga medis.
Hindari perubahan posisi mendadak. Berikan waktu bagi tubuh untuk menyesuaikan diri, terutama setelah duduk atau berbaring lama.
Jangan langsung mengemudi. Tunggu sampai gejala benar-benar hilang dan pastikan kamu tidak kembali merasa pusing.
Catat pola keluhan. Perhatikan kapan pusing muncul, berapa lama berlangsung, serta apakah disertai gejala lain.
Jangan mencoba mengatasi dugaan tekanan darah rendah dengan menambah garam secara berlebihan. Penanganan harus disesuaikan dengan penyebab dan kondisi kesehatan masing-masing orang.
Pusing yang hanya berlangsung beberapa detik dan jarang terjadi dapat berkaitan dengan perubahan posisi tubuh yang sementara. Namun, jika keluhan sering berulang, pemeriksaan medis sebaiknya dilakukan.
Konsultasikan dengan tenaga medis jika:
Pusing muncul hampir setiap kali berdiri.
Keluhan tidak membaik meskipun sudah beristirahat dan mencukupi cairan.
Kamu sering merasa hampir pingsan atau pernah kehilangan kesadaran.
Pusing disertai tubuh lemas, pucat, atau jantung berdebar.
Keluhan mulai muncul setelah menggunakan obat tertentu.
Terdapat muntah, diare, atau perdarahan yang dapat menyebabkan kehilangan cairan atau darah.
Segera cari pertolongan medis darurat jika pusing disertai nyeri dada, sesak napas berat, pingsan saat beraktivitas, kelemahan satu sisi tubuh, gangguan bicara, atau sakit kepala mendadak yang sangat hebat.
Jika kamu benar-benar pingsan, terutama tanpa tanda peringatan atau disertai keluhan jantung, jangan menganggapnya sekadar tekanan darah rendah.
Pemeriksaan biasanya dimulai dengan wawancara mengenai pola pusing, durasi keluhan, riwayat penyakit, asupan cairan, dan obat yang sedang digunakan.
Tenaga medis dapat mengukur tekanan darah dan denyut jantung ketika berbaring atau duduk, kemudian setelah berdiri dengan pemantauan yang sesuai. Pengukuran ini membantu menilai apakah terdapat perubahan tekanan darah yang berkaitan dengan gejala.
Berdasarkan hasil evaluasi, pemeriksaan tambahan dapat dipertimbangkan, seperti:
Pemeriksaan darah untuk menilai anemia atau kondisi tertentu.
Pemeriksaan gula darah jika terdapat indikasi.
Elektrokardiogram (EKG) jika dicurigai gangguan irama jantung.
Pemeriksaan lain sesuai riwayat dan gejala.
Tidak semua pasien memerlukan seluruh pemeriksaan tersebut. Jenis pemeriksaan ditentukan berdasarkan temuan klinis agar penyebab keluhan dapat ditelusuri secara tepat.
Jika kamu sering mengalami pusing saat berdiri dari posisi duduk, pemeriksaan kesehatan dapat membantu mengetahui kemungkinan penyebabnya.
Di Klinik Kei Medika Jambi, kamu dapat berkonsultasi mengenai keluhan pusing, pola kemunculannya, riwayat penggunaan obat, dan gejala lain yang menyertai. Tenaga medis dapat melakukan penilaian awal, termasuk pengukuran tekanan darah sesuai kebutuhan.
Apabila ditemukan indikasi tertentu, pemeriksaan tambahan dapat dipertimbangkan berdasarkan kondisi pasien dan ketersediaan layanan.
Dengan mengetahui apakah keluhan berkaitan dengan perubahan tekanan darah, kekurangan cairan, anemia, atau faktor lain, penanganan dapat disesuaikan dengan penyebabnya.
Jika pusing disertai tanda bahaya seperti nyeri dada, gangguan bicara, kelemahan mendadak, atau pingsan, segera cari pertolongan darurat dan jangan menunda penanganan demi menunggu konsultasi rutin.
Pusing saat berdiri dari posisi duduk dapat berkaitan dengan penurunan tekanan darah sementara, tetapi bukan berarti setiap keluhan tersebut disebabkan oleh tekanan darah rendah.
Dehidrasi, anemia, kadar gula darah rendah pada kondisi tertentu, efek samping obat, dan masalah kesehatan lainnya juga dapat menimbulkan gejala serupa.
Jika keluhan hanya terjadi sesekali, berdirilah secara perlahan dan pastikan kebutuhan cairan terpenuhi sesuai kondisi tubuh. Namun, jika pusing sering berulang, terasa semakin berat, atau disertai gejala lain, pemeriksaan medis penting dilakukan untuk mengetahui penyebabnya.
Jangan mengabaikan pusing yang disertai pingsan, nyeri dada, sesak napas berat, atau gejala gangguan saraf karena kondisi tersebut memerlukan pertolongan segera.
Reservasi
Klinik Kei
Medika
WhatsApp :
0811-7450-412
Instagram : @keimedika
Facebook : kei medika
TikTok : kei_medika
YouTube : Kei Medika Official
Website : www.keimedika.com
Silakan
hubungi untuk konsultasi kesehatan sesuai kebutuhan Anda.