Sering Stres Karena Pekerjaan? Bagaimana dengan Kondisi Fisik?
Stres Kerja Tidak Hanya Terjadi di Pikiran
Stres merupakan respons alami tubuh ketika menghadapi tekanan atau situasi yang terasa sulit. Dalam kondisi tertentu, stres dapat membantu seseorang menghadapi tantangan. Namun, jika tekanan berlangsung terus-menerus dan tubuh tidak mendapatkan waktu yang cukup untuk pulih, stres dapat mulai memengaruhi kesehatan fisik maupun mental.
Tekanan pekerjaan, tuntutan yang tinggi, jam kerja panjang, kurangnya kontrol terhadap pekerjaan, dan kurangnya dukungan di lingkungan kerja merupakan beberapa faktor yang dapat berkontribusi terhadap stres kerja.
Apa yang Bisa Terjadi pada Kondisi Fisik?
Ketika mengalami stres, seseorang dapat merasakan berbagai keluhan fisik. Misalnya sakit kepala, tubuh terasa tegang atau nyeri, gangguan pencernaan, sulit tidur, mudah lelah, atau perubahan nafsu makan. Gejala yang muncul dapat berbeda pada setiap orang.
Stres kerja yang berlangsung lama juga perlu diperhatikan karena faktor psikososial di tempat kerja telah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan fisik, termasuk gangguan muskuloskeletal dan masalah kardiovaskular.
Kurang Tidur Bisa Membuat Kondisi Semakin Berat
Saat pekerjaan membuat seseorang sering lembur atau terus memikirkan pekerjaan hingga malam, waktu tidur dapat ikut berkurang. Padahal, tidur merupakan bagian penting dari proses pemulihan tubuh.
Kurang tidur secara rutin dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk tekanan darah tinggi dan penyakit kardiovaskular. Kurang tidur juga dapat membuat seseorang lebih sulit berkonsentrasi dan merasa lebih lelah pada siang hari.
Karena itu, memperbaiki waktu tidur menjadi salah satu bagian penting ketika mulai mengalami stres akibat pekerjaan.
Jangan Abaikan Nyeri Leher, Bahu, atau Punggung
Pekerjaan yang dilakukan dalam posisi duduk atau di depan komputer juga dapat membuat tubuh mengalami beban fisik. Posisi statis dalam waktu lama dan gerakan yang berulang dapat berkontribusi terhadap keluhan pada leher, bahu, tangan, atau punggung.
Kondisi psikologis seperti stres juga dapat berhubungan dengan keluhan muskuloskeletal. Karena itu, rasa pegal yang sering muncul sebaiknya tidak selalu dianggap hanya akibat posisi duduk atau aktivitas fisik.
Bagaimana dengan Tekanan Darah?
Stres dapat memengaruhi respons tubuh, termasuk peningkatan denyut jantung dan tekanan darah pada situasi tertentu. Jika tekanan dan stres berlangsung dalam waktu lama, kondisi tersebut perlu diperhatikan bersama faktor risiko kesehatan lainnya.
Mengukur tekanan darah merupakan salah satu pemeriksaan sederhana yang dapat dilakukan secara berkala. Terlebih jika seseorang memiliki pola kerja yang sangat padat, kurang tidur, kurang bergerak, atau memiliki faktor risiko lainnya.
Perlukah Melakukan Medical Check Up?
Stres karena pekerjaan tidak otomatis berarti seseorang membutuhkan medical check up lengkap. Namun, pemeriksaan kesehatan dapat dipertimbangkan jika stres sudah berlangsung cukup lama, pola tidur dan makan berubah, tubuh sering terasa lelah, berat badan berubah, atau muncul keluhan fisik yang berulang.
Pemeriksaan dapat membantu memberikan gambaran mengenai kondisi tubuh. Jenis pemeriksaan tidak harus sama untuk setiap orang dan dapat disesuaikan dengan usia, keluhan, riwayat kesehatan, serta faktor risiko.
Pemeriksaan Apa yang Bisa Dipertimbangkan?
Pemeriksaan dasar seperti tekanan darah, berat badan, dan kondisi fisik secara umum dapat menjadi bagian dari evaluasi. Dalam kondisi tertentu, tenaga kesehatan juga dapat mempertimbangkan pemeriksaan gula darah, profil lemak, atau pemeriksaan laboratorium lainnya.
Jika keluhan utama berupa nyeri pada leher, bahu, punggung, atau bagian tubuh lainnya, evaluasi kondisi otot dan gerak tubuh juga dapat diperlukan. Jadi, pemeriksaan sebaiknya disesuaikan dengan keluhan dan kebutuhan, bukan sekadar melakukan sebanyak mungkin tes.
Jangan Hanya Mengatasi Stres, Perbaiki Juga Rutinitas
Mengelola stres bukan berarti hanya mencari cara untuk merasa lebih tenang. Kondisi tubuh juga perlu mendapatkan perhatian.
Berikan jeda di antara pekerjaan, lakukan peregangan atau berjalan sebentar jika banyak duduk, tetap melakukan aktivitas fisik, makan secara teratur, dan usahakan memiliki waktu tidur yang cukup. WHO juga merekomendasikan pengaturan beban kerja, waktu kerja, serta pemberian waktu istirahat sebagai bagian dari upaya mengurangi tekanan kerja.
Jika stres sudah terasa sulit dikendalikan atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan ragu untuk mencari bantuan dari tenaga kesehatan.
Pemeriksaan Kesehatan di Klinik Kei Medika
Bagi Anda yang memiliki aktivitas pekerjaan cukup padat dan ingin mengetahui kondisi tubuh secara berkala, pemeriksaan kesehatan dapat dilakukan di Klinik Kei Medika.
Pemeriksaan dapat disesuaikan dengan kebutuhan, mulai dari pemeriksaan dasar hingga pemeriksaan laboratorium tertentu. Jika terdapat keluhan fisik yang menetap, tenaga kesehatan juga dapat membantu menentukan apakah diperlukan pemeriksaan atau penanganan lebih lanjut.
Penutup
Stres karena pekerjaan bukan hanya persoalan pikiran. Ketika berlangsung terus-menerus, stres dapat ikut memengaruhi tidur, energi, pola makan, tekanan darah, hingga keluhan fisik seperti sakit kepala dan nyeri tubuh.
Karena itu, jangan hanya fokus menyelesaikan pekerjaan sampai lupa memperhatikan kondisi tubuh. Memberikan waktu untuk istirahat, bergerak, tidur cukup, mengelola tekanan, dan melakukan pemeriksaan kesehatan sesuai kebutuhan dapat membantu menjaga kesehatan di tengah rutinitas kerja yang padat.
Reservasi
Klinik Kei
Medika
WhatsApp :
0811-7450-412
Instagram : @keimedika
Facebook : kei medika
TikTok : kei_medika
YouTube : Kei Medika Official
Website : www.keimedika.com
Silakan
hubungi untuk konsultasi kesehatan sesuai kebutuhan Anda.
