AmoxillineAllopurinolAmbroxolAmlodipineAntasida DeonAsam MefenamatAnelatSalbutamolCalcivarCalortusinCandersatanCavicurCaviplexCefixime 200 mgCefixime 100 mgCiprofloxacinComvit DCTMDexamethasoneDomperidoneEntrostopEperisonGabapentinGlukosamineHeliximeIbuprofenLansoprazoleLevovarMecobelamineMetforminMethylprednisoloneMetronidazoleMyoresNatrium DiclofenakNeurobion tabletNeurobion injesiOmeprazoleOndansetronOsteocalParaceamolPrednisoneRanitidineSanadryl syirupSanmol DropSanmol syirupSucralfate sirupThrombophobImboost tabletBufacarylSalep VoltadexCefixime SyirupDexamethasone salepPregabalinZink SyirupSoldextamPiracetamCiticollinRamoxyl SyrupLoperamideL-coreAspiletAmitripilinAtorvastatinSalep lafalusOxcalOspion plusCarnitenSolaneuron
Salbutamol
Salbutamol atau Albuterol adalah jenis obat yang digunakan untuk mengendurkan dan membuka saluran pernafasan pada pengidap asma.
| Golongan | Bronkodilator |
| Kategori | Obat resep |
| Manfaat | Mengatasi sesak napas akibat menyempitnya saluran pernapasan, seperti saat serangan asma |
| Digunakan oleh | Dewasa dan anak-anak usia ?2 tahun |
| Salbutamol untuk ibu hamil dan menyusui | Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. Oleh karena itu, pastikan untuk berdiskusi dengan dokter sebelum mengonsumsi salbutamol selama kehamilan. Salbutamol belum diketahui dapat terserap ke dalam ASI atau tidak. Bila sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter. |
| Bentuk obat | Obat hirup (aerosol, cairan inhalasi), tablet, sirop, suntik. |
Dosis dan Aturan Pakai Salbutamol
Salbutamol tablet atau sirop dapat digunakan untuk mengatasi atau mencegah kekambuhan sesak napas akibat bronkospasme. Dosisnya adalah:
- Dewasa dan anak-anak usia >12 tahun: 2–4 mg, 3–4 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan sampai maksimal 8 mg, 3–4 kali sehari.
- Anak-anak usia 7–12 tahun: 2 mg, 3–4 kali sehari.
- Anak-anak usia 2–6 tahun: 1–2 mg, 3–4 kali sehari.
