AmoxillineAllopurinolAmbroxolAmlodipineAntasida DeonAsam MefenamatAnelatSalbutamolCalcivarCalortusinCandersatanCavicurCaviplexCefixime 200 mgCefixime 100 mgCiprofloxacinComvit DCTMDexamethasoneDomperidoneEntrostopEperisonGabapentinGlukosamineHeliximeIbuprofenLansoprazoleLevovarMecobelamineMetforminMethylprednisoloneMetronidazoleMyoresNatrium DiclofenakNeurobion tabletNeurobion injesiOmeprazoleOndansetronOsteocalParaceamolPrednisoneRanitidineSanadryl syirupSanmol DropSanmol syirupSucralfate sirupThrombophobImboost tabletBufacarylSalep VoltadexCefixime SyirupDexamethasone salepPregabalinZink SyirupSoldextamPiracetamCiticollinRamoxyl SyrupLoperamideL-coreAspiletAmitripilinAtorvastatinSalep lafalusOxcalOspion plusCarnitenSolaneuron
Levovar
Pengertian
Levopar adalah obat yang diproduksi oleh PT. Meprofarm. Obat ini mengandung Benserazide HCl dan Levodopa diindikasikan untuk penyakit Parkinson. Mekanisme kerja obat ini adalah Levodopa merupakan prekursor metabolisme dopamin, yang membantu mengatur gerakan otot. Benserazide dapat mengurangi efek samping perifer seperti mual dan muntah.
- Golongan: Obat Keras
- Kelas Terapi: Antiparkinson
- Kandungan: Benserazide HCl 25 mg dan Levodopa 100 mg
- Bentuk: Tablet
- Satuan Penjualan: Strip
- Kemasan: Box, 5 Strip @ 10 tablet; Box, 10 Strip @ 10 tablet
- Farmasi: PT. Meprofarm
- Harga: Rp. 50.000 - Rp. 75.000/ Strip
Kegunaan
Levopar digunakan untuk penyakit Parkinson.
Dosis & Cara Penggunaan
Levopar merupakan golongan obat keras. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya.
- Dewasa:
- Dosis awal: ½ tablet diminum 3-4 kali sehari atau 1 tablet diminum 3 kali sehari.
- Dosis efektif: 400-800 mg sehari dalam dosis terbagi. Dosis dapat ditingkatkan secara hati-hati sampai maksimal 1000 mg/hari.
- Lansia
- Dosis awal: ½ tablet diminum 1-2 kali, dosis dapat ditingkatkan sebesar ½ tablet (50 mg) per hari dengan interval 3-4 hari.
Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 15-30 derajat Celcius.
Efek Samping
Efek samping yang mungkin terjadi adalah:
- Gangguan saluran pencernaan, misalnya: mual, muntah, anoreksia (gangguan makan), diare, rasa gangguan
- Perdarahan saluran pencernaan pada pasien tukak lambung
- Hipotensi ortostatik (penurunan tekanan darah secara tiba-tiba, gangguan irama jantung
- Gangguan kejiwaan misal: kegembiraan ringan, kecemasan, agitasi (rasa kesal, atau gelisah), insomnia, kantuk, depresi, agresi, halusinasi, tidur secara tiba-tiba
- Gerakan tak sadar yang abnormal, misal: diskinesia (gangguan medis gerakan tidak terkendali), dystonia (otot berkontrasi secara tidak terkendali), chorea
- Anemia hemolitik
- Leukopenia sementara dan trombositopenia
- Peningkatan sementara enzim hati; peningkatan BUN dan asam urat
Overdosis
- Tanda dan gejala mungkin termasuk mual, muntah, insomnia, kebingungan, gangguan irama jantung, dan gerakan tak terkendali yang abnormal.
- Pantau tanda-tanda vital dan berikan perawatan suportif dan simptomatik. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.
Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:
- Penggunaan bersamaan atau dalam waktu 2 minggu setelah penghentian inhibitor non-selektif monoamine oksidase (MAO)
- Psikoneurosis atau psikosis parah
- Gangguan endokrin, ginjal, hati atau jantung yang parah
- Glaukoma sudut sempit
- Melanoma (kanker kulit) ganas
- Pada pasien berusia < 25 tahun
- Kehamilan
Interaksi Obat
- Peningkatan hipotensi postural dan kemungkinan berkurangnya penyerapan Levodopa dengan TCA.
- Mengurangi efek dengan fenotiazin, butyrophenones, thioxanthenes dan agen antipsikotik lainnya; reserpin, papaverin, fenitoin, dan isoniazid.
- Mengurangi penyerapan dengan ferro sulfat.
- Pyridoxine (10-25 mg) dapat membalikkan efek antiparkinson.
